Wajib Diketahui Jenis-Jenis Bahan Kulit Untuk Membuat Jaket Kulit

Bahan yang di gunakan untuk memproduksi jaket kulit terdiri dari kulit domba, sapi dan kambing. Namun yang paling banyak di gunakan adalah bahan kulit domba. Berikut perbedaan dari ketiga bahan tersebut

Kulit Domba

Kulit domba merupakan kulit yang paling baik di gunakan untuk jaket kulit formal, jaket kulit stylish, jaket kulit modis, dan model-model dengan kebutuhan gaya lainnya. Hal ini di sebabkan kulit jenis ini memeiliki karakteristik yang lembut, lentur, permukaan kulit lebih rata tanpa menampakkan pori-pori yang besar dan dominan. Kulit domba ini juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis :

Pertama, jenis nappa. Jenis nappa adalah jenis kulit domba full grain atau krom jika dalam istilah bahan kulit sapi. Jenis ini memiliki karakteristik warna yang rata dan kuat (baca :awet), lembut serta lentur dengan harga yang relatif standar, yaitu mulai dari Rp. 850.000,- (harga ini sesuai patokan harga per Juni 2018) untuk warna hitam dengan model standar dan size S atau M. contohnya seperti gambar di atas.

Jaket Kulit Nappa Hitam

Kedua, jenis spinil. Jenis spinil adalah jenis kulit domba yang mirip pull up jika di kulit sapi, namun memiliki sedikit perbedaan dimana kulit spinil ini lebih mengkilat dan motifnya memiliki bintik-bintik hitam. Karakteristik kulit spinil memiliki kelenturan di atas nappa, dan memiliki sedikit bintik-bintik hitam, juga warna yang sedikit tidak merata. Meskipun begitu, kini kulit spinil yang di produksi di garut hampir mirip dengan nappa. Namun harga jaket yang menggunakan bahan spinil lebih mahal dari nappa. Hal ini di karenakan bahan obat untuk penyamakannya lebih mahal sehingga biaya produksinya juga lebih mahal. Meski begitu, berdasarkan pengalaman penulis, kulit ini memiliki warna yang mudah pudar seiring waktu, relatif di bawah nappa dari segi kuatnya warna. Harga jaket dengan menggunakan bahan kulit domba jenis ini mulai dari Rp. 975.000 harga tergantung ukuran dan kerumitan model yang diinginkan.

jaket kulit spinil

*Sampel Jaket Kulit Yang menggunakan bahan spinil

Ketiga, jenis wash. Jenis wash adalah jenis kulit yang mendapat perlakuan lebih dari penyamak. wash adalah sisa kulit yang di sortir untuk bahan nappa dan spinil, merupakan kulit budug (bladus) atau tidak mulus. Kemudian di olah sedemikian rupa (sampai dua kali proses lebih di atas yang nappa atau spinil) sehingga menghasilkan motif kulit yang unik. Harga nya relatif lebih murah dari nappa dan spinil. Meskipun terkadang karena ke unikannya, kulit ini lebih mahal dari nappa dan spinil.

sampel jaket kulit wash

*Sampel jaket menggunakan bahan kulit domba jenis wash

Keempat, jenis pull up. Jenis pull up adalah kulit yang di olah seperti pull up pada kulit sapi, memiliki karakteristik warna yang mengkilat dan harga yang mahal.

Dari keempat jenis itu adapula yang mengkategorikannya berdasarkan ketebalan, dimana ada yang tipis (0,5 mm) ada yang standar (0,6 mm) adapula yang tebal (0,7 – 08 mm). Perbedaan ketebalan ini mempengaruhi harga kulit. Selain itu perbedaan suplier bahan juga sangat mempengaruhi harga jaket yang ada. Misalnya, jaket jenis apapun yang di produksi oleh penyamak lokal/tradisional harganya relatif lebih murah daripada bahan yang di olah oleh perusahaan kulit yang modern. Tapi jangan salah juga ada penyamak kulit lokal yang harga bahan jaketnya lebih mahal dari penyamak modern yang bernaung di bawah PT Sekalipun, yaitu jika di Garut bahan yang di Olah oleh Bapak Haji engkus (Masternya Kulit domba Garut). Yang membedakan adalah resep obat yang di gunakan dalam proses penyamakan.

Garvis Leather sendiri menggunakan berbagai macam kulit yang berbeda dalam memproduksi jaket kulit. (1). Ada jenis kulit domba nappa super standar (home industry), biasanya di banderol di harga mulai dari Rp. 825.000,- rupiah. (2). Ada jenis kulit nappa (modern Industry) biasanya di banderol mulai dari Rp. 950.000,-, dan (3) jenis kulit nappa super premium yang di jual mulai dari Rp 1.300.000,-

Kulit Sapi

Kulit sapi yang di buat untuk bahan jaket rata-rata hanya berjenis nappa atau krom tanpa motif. Memiliki karakter warna yang merata, namun kelembutannya tidak lebih lembut dan lentur di banding kulit domba. Kalau di remas akan menyisakan permukaan yang kusut seperti kertas yang di remas (meskipun sedikit berbeda). Harga jaket yang di buat dengan bahan jenis ini biasanya di banderol antara Rp. 750.000,- sampai Rp. 850.000,-.

Selain itu adapula kulit sapi jenis nappa/krom baik polos maupun rata dengan ketebalan yang tebal untuk bahan rompi touring. Tentu saja harga jaketnya jauh lebih mahal daripada kulit sapi standar untuk jaket formal, yaitu mulai dari 1.750.000,-

Kulit Kambing

Selain terkenal dengan Susu Kambing, pada bagian Kulitnya juga bisa dimanfaat untuk membuat jaket. Untuk pengolahan kulitnya sama seperti pengolahan bahan kulit domba, menghasilkan jenis nappa. Karakteristiknya kulit kambing ini lebih beraroma khas daripada sapi, dan domba. Dengan permukaan kulit yang berpori, dan agak sedikit kaku. Harganya lebih murah dari kulit domba, dan hampir sama dengan kulit sapi. Kulit kambing ini banyak di gunakan untuk campuran jaket sport. Harga jaket menggunakan kulit kambing ini mulai dari Rp. 625.000

Itulah ketiga jenis kulit hewan yang di gunakan untuk membuat jaket kulit. Ingat, apa yang penulis sampaikan itu adalah deskripsi dari bahan yang khusus untuk jaket kulit. Adapun jenis kulit sapi yang biasa di gunakan untuk bahan tas, sepatu, sandal, dompet, dan sabuk itu berbeda. Silahkan di baca berbagai jenis-jenis kulit sapi.

Terimakasih
Semoga bermanfaat
Salam Garvis

Wajib Diketahui Jenis-Jenis Bahan Kulit Untuk Membuat Jaket Kulit
4.9 (98.33%) 24 votes

Pencari Produk Kulit :

    jaket kulit spinilbahan kulit untuk jaketbahan yang biasa digunakan dalam jaket kulitbeda bahan kulit olahan dan bahan kulit lokalharga bahan kulit domba garut per meterjaket julitspiniljaket kulit pull upkulit sapi bahan spinilresep ngolah kulit bahan jaket garut
Share this post



×
Silahkan Hubungi Kang Asep : 085222249910